Temukan Beragam Manfaat Hutan Bakau yang Jarang Diketahui

maulida

Temukan Beragam Manfaat Hutan Bakau yang Jarang Diketahui

Hutan bakau atau hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang didominasi oleh tumbuhan mangrove. Hutan bakau memiliki banyak manfaat, di antaranya:

Melindungi garis pantai dari erosi
Akar pohon mangrove yang rapat dan saling terkait berfungsi seperti pemecah gelombang alami, melindungi garis pantai dari erosi yang disebabkan oleh ombak dan arus laut.

Menjadi habitat bagi berbagai jenis hewan
Hutan bakau menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis hewan, seperti ikan, udang, kepiting, burung, dan mamalia. Ekosistem hutan bakau yang sehat mendukung keanekaragaman hayati laut.

Menyerap karbon dioksida
Pohon mangrove menyerap karbon dioksida dari atmosfer, menjadikannya ekosistem yang penting untuk mitigasi perubahan iklim.

Menyediakan sumber daya ekonomi
Hutan bakau dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, seperti perikanan, budidaya tambak, dan pariwisata. Kayu mangrove juga dapat digunakan untuk bahan bangunan dan pembuatan arang.

Manfaat Hutan Bakau

Hutan bakau memiliki banyak manfaat, baik bagi lingkungan maupun manusia. Berikut adalah 10 aspek penting dari manfaat hutan bakau:

  • Pelindung garis pantai
  • Habitat keanekaragaman hayati
  • Penyerap karbon
  • Sumber ekonomi
  • Pengatur iklim mikro
  • Penahan intrusi air laut
  • Sumber makanan
  • Tempat rekreasi
  • Bahan baku obat-obatan
  • Filter alami

Hutan bakau berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem pesisir. Akar pohon mangrove yang rapat dan saling terkait berfungsi seperti pemecah gelombang alami, melindungi garis pantai dari erosi. Hutan bakau juga menyediakan habitat bagi berbagai jenis hewan, seperti ikan, udang, kepiting, burung, dan mamalia. Selain itu, pohon mangrove menyerap karbon dioksida dari atmosfer, menjadikannya ekosistem yang penting untuk mitigasi perubahan iklim.

Pelindung garis pantai

Salah satu manfaat utama hutan bakau adalah kemampuannya melindungi garis pantai dari erosi. Akar pohon mangrove yang rapat dan saling terkait berfungsi seperti pemecah gelombang alami, menyerap energi gelombang dan arus laut, sehingga mengurangi erosi garis pantai.

  • Pengurangan erosi
    Hutan bakau mengurangi erosi dengan memperlambat kecepatan air yang mengalir di sepanjang garis pantai. Akar pohon mangrove yang rapat menciptakan hambatan fisik, sehingga mengurangi energi gelombang dan arus laut. Hal ini membantu menjaga stabilitas garis pantai dan mencegah hilangnya lahan.
  • Perangkap sedimen
    Akar pohon mangrove juga berfungsi sebagai perangkap sedimen. Sedimen yang terbawa oleh air laut dan sungai akan mengendap di antara akar-akar mangrove, sehingga membentuk dataran lumpur dan pasir. Akumulasi sedimen ini semakin memperkuat garis pantai dan mencegah erosi.
  • Penahan angin
    Pohon mangrove yang rimbun dapat menahan angin kencang, sehingga mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh badai dan angin topan. Daun-daun mangrove yang lebat memecah kekuatan angin, sehingga mengurangi dampaknya terhadap garis pantai dan infrastruktur pesisir.
  • Peningkatan ketahanan garis pantai
    Secara keseluruhan, hutan bakau memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan garis pantai terhadap erosi dan kerusakan akibat badai. Dengan melindungi garis pantai, hutan bakau membantu menjaga infrastruktur pesisir, permukiman, dan ekosistem pesisir lainnya.

Pelindung garis pantai merupakan salah satu manfaat penting hutan bakau yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kesehatan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada daerah pesisir.

Habitat keanekaragaman hayati

Hutan bakau merupakan habitat yang sangat penting bagi keanekaragaman hayati. Ekosistem hutan bakau yang unik menyediakan makanan, tempat berlindung, dan tempat berkembang biak bagi berbagai jenis hewan, termasuk ikan, udang, kepiting, burung, dan mamalia.

Keanekaragaman hayati hutan bakau memainkan peran penting dalam kesehatan ekosistem pesisir. Misalnya, ikan dan udang yang hidup di hutan bakau menjadi sumber makanan bagi masyarakat pesisir. Selain itu, burung-burung yang bersarang di hutan bakau membantu mengendalikan populasi serangga dan hama. Hutan bakau juga menjadi tempat persinggahan penting bagi burung-burung migran.

Menjaga kelestarian hutan bakau sangat penting untuk melindungi keanekaragaman hayati dan manfaat yang diberikannya. Dengan melindungi hutan bakau, kita juga melindungi sumber makanan, tempat berlindung, dan tempat berkembang biak bagi berbagai jenis hewan. Hal ini pada akhirnya akan bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.

Penyerap karbon

Hutan bakau merupakan penyerap karbon yang efektif, yang berarti hutan bakau dapat menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpannya di tanah dan biomassa.

  • Kemampuan menyerap karbon
    Pohon mangrove memiliki tingkat penyerapan karbon yang tinggi karena pertumbuhannya yang cepat dan sistem perakarannya yang luas. Pohon mangrove dapat menyerap hingga lima kali lebih banyak karbon per hektar dibandingkan dengan hutan darat.
  • Penyimpanan karbon
    Karbon yang diserap oleh pohon mangrove disimpan di tanah dan biomassa. Tanah hutan bakau kaya akan bahan organik, yang membantu menyimpan karbon untuk jangka waktu yang lama.
  • Dampak mitigasi perubahan iklim
    Dengan menyerap dan menyimpan karbon dioksida, hutan bakau membantu mengurangi jumlah gas rumah kaca di atmosfer, sehingga memitigasi perubahan iklim.
  • Manfaat ekonomi
    Hutan bakau dapat menghasilkan kredit karbon, yang dapat dijual di pasar karbon. Kredit karbon memberikan insentif untuk melindungi dan memulihkan hutan bakau, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Kemampuan hutan bakau dalam menyerap karbon memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan dan ekonomi. Dengan melindungi dan memulihkan hutan bakau, kita dapat membantu memitigasi perubahan iklim, meningkatkan ketahanan garis pantai, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Sumber ekonomi

Hutan bakau merupakan sumber ekonomi yang penting bagi masyarakat pesisir. Hutan bakau menyediakan berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, seperti perikanan, budidaya tambak, dan pariwisata.

Perikanan merupakan salah satu kegiatan ekonomi utama yang memanfaatkan hutan bakau. Hutan bakau menyediakan habitat yang kaya akan makanan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis ikan dan udang. Masyarakat pesisir memanfaatkan hutan bakau untuk mencari ikan dan udang, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual.

Selain perikanan, hutan bakau juga dimanfaatkan untuk budidaya tambak. Tambak udang dan ikan merupakan komoditas ekonomi yang penting bagi masyarakat pesisir. Hutan bakau menyediakan lingkungan yang cocok untuk budidaya tambak, karena airnya yang tenang dan terlindung dari angin.

Selain perikanan dan budidaya tambak, hutan bakau juga dapat dimanfaatkan untuk pariwisata. Hutan bakau yang rimbun dan memiliki pemandangan yang indah dapat menjadi objek wisata yang menarik. Masyarakat pesisir dapat mengembangkan kegiatan wisata, seperti wisata perahu, pengamatan burung, dan edukasi lingkungan di hutan bakau.

Dengan demikian, hutan bakau merupakan sumber ekonomi yang penting bagi masyarakat pesisir. Hutan bakau menyediakan berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, seperti perikanan, budidaya tambak, dan pariwisata.

Pengatur iklim mikro

Hutan bakau berperan penting dalam mengatur iklim mikro di daerah pesisir. Keberadaan hutan bakau dapat mempengaruhi suhu, kelembaban, dan kecepatan angin di daerah sekitarnya, sehingga menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk dan nyaman.

  • Penyerap panas
    Pohon mangrove memiliki daun yang lebar dan rimbun, yang berfungsi menyerap panas matahari. Hal ini membantu mengurangi suhu udara di sekitar hutan bakau, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sejuk.
  • Penahan angin
    Pohon mangrove yang rapat dan tinggi dapat menahan angin kencang, sehingga mengurangi kecepatan angin di daerah sekitar hutan bakau. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman, serta mengurangi dampak angin kencang terhadap infrastruktur dan masyarakat.
  • Peningkat kelembaban
    Pohon mangrove melepaskan uap air ke udara melalui proses transpirasi. Uap air ini meningkatkan kelembaban udara di sekitar hutan bakau, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih lembab dan nyaman.
  • Penyerap polusi udara
    Daun mangrove memiliki kemampuan menyerap polutan udara, seperti debu, asap, dan gas berbahaya. Hal ini membantu meningkatkan kualitas udara di sekitar hutan bakau, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Dengan mengatur iklim mikro, hutan bakau memberikan banyak manfaat bagi masyarakat pesisir. Hutan bakau menciptakan lingkungan yang lebih sejuk, nyaman, dan sehat, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Penahan intrusi air laut

Salah satu manfaat penting hutan bakau adalah kemampuannya menahan intrusi air laut. Intrus air laut terjadi ketika air laut masuk ke daerah daratan, biasanya disebabkan oleh kenaikan permukaan laut atau badai. Hutan bakau berperan sebagai penghalang alami yang melindungi garis pantai dari intrusi air laut.

Akar pohon mangrove yang rapat dan saling terkait berfungsi sebagai penghalang fisik yang memperlambat dan menyerap gelombang air laut. Hal ini mengurangi energi gelombang dan mencegah air laut masuk ke daratan. Selain itu, hutan bakau juga membantu menstabilkan garis pantai dan mencegah erosi, sehingga semakin memperkuat kemampuannya menahan intrusi air laut.

Kemampuan hutan bakau menahan intrusi air laut sangat penting untuk melindungi masyarakat pesisir dari dampak negatif kenaikan permukaan laut dan badai. Intrus air laut dapat menyebabkan banjir, kerusakan infrastruktur, dan hilangnya lahan pertanian. Hutan bakau membantu mengurangi risiko ini dengan menahan air laut dan menjaga stabilitas garis pantai.

Sumber makanan

Hutan bakau merupakan sumber makanan yang penting bagi berbagai jenis hewan, termasuk ikan, udang, kepiting, burung, dan mamalia. Keanekaragaman hayati hutan bakau mendukung ketahanan pangan masyarakat pesisir, karena menyediakan sumber makanan yang berlimpah dan beragam.

Salah satu contoh nyata manfaat hutan bakau sebagai sumber makanan adalah di kawasan hutan bakau di Kalimantan. Hutan bakau di Kalimantan merupakan habitat bagi berbagai jenis ikan, seperti ikan bandeng, ikan kakap, dan ikan kerapu. Masyarakat setempat memanfaatkan hutan bakau untuk mencari ikan dan udang, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual. Hasil tangkapan ikan dan udang dari hutan bakau menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat pesisir Kalimantan.

Selain ikan dan udang, hutan bakau juga menyediakan sumber makanan lainnya, seperti kerang, kepiting, dan remis. Hewan-hewan ini hidup di antara akar pohon mangrove dan menjadi sumber makanan bagi burung-burung dan mamalia yang menghuni hutan bakau. Dengan demikian, hutan bakau memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Tempat rekreasi

Hutan bakau tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menawarkan potensi sebagai tempat rekreasi yang menarik. Berikut adalah beberapa aspek manfaat hutan bakau sebagai tempat rekreasi:

  • Ekowisata
    Hutan bakau merupakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, sehingga menjadikannya tempat yang ideal untuk kegiatan ekowisata. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam hutan bakau melalui kegiatan seperti wisata perahu, pengamatan burung, dan fotografi alam.
  • Olahraga air
    Perairan yang tenang di sekitar hutan bakau cocok untuk berbagai olahraga air, seperti kayak, kano, dan paddleboarding. Pengunjung dapat menjelajahi hutan bakau dari perspektif yang berbeda dan menikmati keindahan alam sambil berolahraga.
  • Pendidikan dan penelitian
    Hutan bakau merupakan laboratorium alam yang hidup, menawarkan kesempatan untuk pendidikan dan penelitian. Pengunjung dapat mempelajari tentang ekosistem hutan bakau, keanekaragaman hayatinya, dan pentingnya hutan bakau bagi lingkungan.
  • Relaksasi dan ketenangan
    Suasana hutan bakau yang tenang dan damai menjadikannya tempat yang ideal untuk relaksasi dan ketenangan. Pengunjung dapat menikmati pemandangan hutan bakau yang rimbun, menghirup udara segar, dan melepaskan diri dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.

Pengembangan ekowisata dan fasilitas rekreasi di hutan bakau harus dilakukan secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kelestarian ekosistem hutan bakau. Dengan menyeimbangkan kegiatan rekreasi dengan konservasi, hutan bakau dapat terus memberikan manfaat ekologis dan rekreasi bagi generasi mendatang.

Bahan Baku Obat-obatan

Selain manfaat ekologis dan ekonomi, hutan bakau juga memiliki potensi sebagai sumber bahan baku obat-obatan. Berbagai jenis tumbuhan mangrove mengandung senyawa bioaktif yang memiliki khasiat terapeutik.

Salah satu contoh nyata manfaat hutan bakau sebagai sumber bahan baku obat-obatan adalah tanaman bakau Rhizophora apiculata. Kulit tanaman ini mengandung senyawa tanin yang memiliki sifat antibakteri dan antioksidan. Senyawa ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti diare, disentri, dan luka bakar.

Selain itu, beberapa jenis mangrove juga mengandung senyawa alkaloid yang memiliki sifat antikanker. Misalnya, tanaman mangrove Ceriops tagal mengandung senyawa alkaloid yang telah terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pemanfaatan hutan bakau sebagai sumber bahan baku obat-obatan masih perlu diteliti dan dikembangkan lebih lanjut. Namun, potensi hutan bakau sebagai sumber bahan baku obat-obatan sangat besar dan menjanjikan. Dengan penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, hutan bakau dapat menjadi sumber bahan baku obat-obatan yang berharga bagi industri farmasi dan kesehatan.

Filter alami

Hutan bakau berperan penting sebagai filter alami yang menyaring air dan udara di daerah pesisir. Kemampuan ini memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

  • Penyaringan air
    Akar dan tunjang napas pohon mangrove yang kompleks berfungsi sebagai filter alami yang menyaring air laut dan air tawar. Akar mangrove menyerap polutan dan partikel tersuspensi, sehingga menghasilkan air yang lebih bersih dan jernih. Proses penyaringan ini sangat penting untuk menjaga kualitas air di daerah pesisir, yang merupakan habitat bagi berbagai jenis ikan dan organisme laut lainnya.
  • Penyaringan udara
    Daun mangrove yang rimbun dapat menyerap polutan udara, seperti debu, asap, dan gas berbahaya. Proses ini membantu meningkatkan kualitas udara di sekitar hutan bakau, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat pesisir. Hutan bakau juga berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida, sehingga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Dengan kemampuannya sebagai filter alami, hutan bakau memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Hutan bakau membantu menjaga kualitas air dan udara, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Manfaat ini sangat penting untuk kelangsungan hidup ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung padanya.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Manfaat hutan bakau telah banyak dibuktikan oleh berbagai penelitian ilmiah dan studi kasus. Salah satu studi yang terkenal dilakukan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2007. Studi ini menemukan bahwa hutan bakau dapat melindungi garis pantai dari erosi hingga 90%, serta mampu menyerap karbon dioksida hingga lima kali lebih banyak dibandingkan dengan hutan darat.

Studi kasus lain yang menarik dilakukan di Indonesia oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghut) pada tahun 2010. Studi ini menemukan bahwa hutan bakau di kawasan pesisir Sumatera Utara mampu mengurangi dampak tsunami hingga 50%. Hutan bakau berperan sebagai penahan gelombang tsunami, sehingga mengurangi energi dan ketinggian gelombang yang menerjang daratan.

Namun, terdapat juga beberapa perdebatan mengenai manfaat hutan bakau. Beberapa pihak berpendapat bahwa manfaat hutan bakau telah dibesar-besarkan dan tidak seefektif yang diklaim. Namun, mayoritas penelitian ilmiah dan studi kasus menunjukkan bukti yang kuat tentang manfaat hutan bakau bagi lingkungan dan manusia.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat hutan bakau, kita perlu terus melakukan penelitian dan studi kasus. Dengan cara ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran penting hutan bakau dalam menjaga kesehatan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat.

Transisi ke FAQ tentang manfaat hutan bakau

Pertanyaan Umum tentang Manfaat Hutan Bakau

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan tentang manfaat hutan bakau, beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Benarkah hutan bakau dapat melindungi garis pantai dari erosi?

Ya, hutan bakau memiliki kemampuan melindungi garis pantai dari erosi. Akar pohon mangrove yang rapat dan saling terkait berfungsi sebagai pemecah gelombang alami, yang membantu mengurangi energi gelombang dan arus laut, sehingga mencegah erosi garis pantai.

Pertanyaan 2: Apakah hutan bakau bermanfaat bagi keanekaragaman hayati?

Ya, hutan bakau merupakan habitat yang sangat penting bagi keanekaragaman hayati. Hutan bakau menyediakan makanan, tempat berlindung, dan tempat berkembang biak bagi berbagai jenis hewan, seperti ikan, udang, kepiting, burung, dan mamalia.

Pertanyaan 3: Dapatkah hutan bakau membantu memitigasi perubahan iklim?

Ya, hutan bakau berperan penting dalam memitigasi perubahan iklim. Pohon mangrove menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpannya di tanah dan biomassa, sehingga membantu mengurangi gas rumah kaca di atmosfer.

Pertanyaan 4: Apakah hutan bakau memiliki nilai ekonomi?

Ya, hutan bakau memiliki nilai ekonomi yang penting. Hutan bakau menyediakan berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, seperti perikanan, budidaya tambak, dan pariwisata.

Pertanyaan 5: Benarkah hutan bakau dapat menahan intrusi air laut?

Ya, hutan bakau dapat menahan intrusi air laut. Akar pohon mangrove yang rapat dan saling terkait berfungsi sebagai penghalang fisik yang memperlambat dan menyerap gelombang air laut, sehingga mencegah intrusi air laut ke daratan.

Pertanyaan 6: Apakah hutan bakau bermanfaat sebagai filter alami?

Ya, hutan bakau berperan penting sebagai filter alami yang menyaring air dan udara di daerah pesisir. Akar dan daun mangrove menyerap polutan dan partikel tersuspensi, sehingga menghasilkan air dan udara yang lebih bersih.

Dengan demikian, hutan bakau memberikan banyak manfaat penting bagi lingkungan dan manusia. Melindungi dan melestarikan hutan bakau sangat penting untuk kesehatan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat.

Transisi ke artikel berikutnya

Tips Melestarikan Hutan Bakau

Hutan bakau merupakan ekosistem pesisir yang sangat penting bagi lingkungan dan manusia. Oleh karena itu, pelestarian hutan bakau sangat penting dilakukan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan bakau:

Tip 1: Batasi pengambilan kayu bakau
Pengambilan kayu bakau secara berlebihan dapat merusak ekosistem hutan bakau dan mengurangi manfaat yang diberikannya. Oleh karena itu, pengambilan kayu bakau harus dibatasi dan dilakukan secara berkelanjutan.

Tip 2: Cegah konversi lahan hutan bakau
Konversi lahan hutan bakau menjadi lahan tambak, pertanian, atau pemukiman dapat merusak ekosistem hutan bakau secara permanen. Oleh karena itu, konversi lahan hutan bakau harus dicegah.

Tip 3: Kendalikan polusi
Polusi air dan udara dapat merusak ekosistem hutan bakau. Oleh karena itu, polusi harus dikendalikan untuk melindungi hutan bakau.

Tip 4: Edukasi masyarakat
Edukasi masyarakat tentang pentingnya hutan bakau sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap upaya pelestarian hutan bakau.

Tip 5: Libatkan masyarakat
Libatkan masyarakat dalam upaya pelestarian hutan bakau dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap hutan bakau.

Tip 6: Dukung penelitian
Penelitian sangat penting untuk meningkatkan pemahaman kita tentang hutan bakau dan mengembangkan strategi pelestarian yang efektif.

Dengan mengikuti tips ini, kita dapat berkontribusi pada upaya pelestarian hutan bakau dan memastikan manfaatnya dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.

Kesimpulan artikel

Kesimpulan

Hutan bakau merupakan ekosistem pesisir yang sangat penting dengan berbagai manfaat bagi lingkungan dan manusia. Hutan bakau dapat melindungi garis pantai dari erosi, menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati, menyerap karbon dioksida, menyediakan sumber ekonomi, menahan intrusi air laut, menjadi sumber makanan, tempat rekreasi, bahan baku obat-obatan, dan filter alami.

Melestarikan hutan bakau sangat penting untuk menjaga kesehatan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat. Dengan membatasi pengambilan kayu bakau, mencegah konversi lahan hutan bakau, mengendalikan polusi, mengedukasi masyarakat, melibatkan masyarakat, dan mendukung penelitian, kita dapat berkontribusi pada upaya pelestarian hutan bakau untuk generasi mendatang.

Youtube Video:



Rekomendasi Herbal Alami :

Paket 2 Botol beli di Shopee : https://shope.ee/4AeFikWtXH

Paket 3 Botol beli di Shopee : https://shope.ee/9ezCGux0K3

Paket 3 Botol beli di Lazada : https://t.co/C7fZKh60Ca

Rekomendasi Susu Etawa:

Paket 3 Box beli di Shopee : https://s.shopee.co.id/50DMiR3p0l

Paket 3 Box beli di Shopee : https://c.lazada.co.id/t/c.b60DdB?sub_aff_id=staida_raw_yes

Artikel Terkait

Bagikan:

Artikel Pilihan

Artikel Terbaru

Story Terbaru