Menteri Agama RI Beri Sambutan Pada Acara PBAK Virtual IAIN Bukittinggi

Photo: Istimewa

Photo: Istimewa

Bukittinggi. Selasa, 22 September 2020. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi melaksanakan Pengenalan Budaya Akadmik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2020 dengan tema: “Internalisasi Nilai-nilai Karakter Bangsa yang Berkemajuan dalam Memperkokoh Generasi Milenial yang Kreatif, Inovatif, Moderat dan Berintegritas” #gapai_asa, #lampaui_masa. Acara PBAK ini di dibuka langsung oleh Rektor IAIN Bukittinggi, Dr. Ridha Ahida, M.Hum pada Selasa, 23 September 2020 di Gedung Serba Guna Kampus II IAIN Bukittinggi Jam 08.00 WIB. Acara ini berlangsung secara  virtual menggunakan aplikasi Zoom, Live Youtube dan Facebook IAIN Bukittinggi.

Dalam sambutannya Rektor IAIN Bukittinggi, Dr. Ridha Ahida, M.Hum Mengucapkan, Selamat datang di IAIN Bukittinggi. Lebih lanjut Rektor menyampaikan saudara beruntung dapat melanjutkan pendidikan di IAIN Bukittinggi ini. Kampus dengan peminat terbanyak se-Nasional tahun 2020 ini dengan jumlah peminat 32.764 orang. Berikutnya Rektor juga menyampaikan bahwa PBAK merupakan pengenalan awal kapada mahasiswa terhadap kampusnya, ibarat masuk kedalam rumah, maka seseorang harus mengenal rumah itu terlebih dahulu, siapa penghuninya dan bagaimana aturan mainya. Demikian juga halnya dengan kampus, maka dalam PBAK ini akan dijelaskan siapa penghuni kampus ini, bagaimana sejarah kampus ini dan apa aturan yang ada didalamnya.

Turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara PBAK IAIN Bukittinggi tahun 2020 ini Menteri Agama Republik Indonesia, Jend (Purn) H. Fachrul Razi . Dalam sambutannya Menteri Agama RI Menyampaikan, bahwa menjadi mahasiswa adalah suatu kebanggan karena sebagai estapet dalam melanjutkan kesejarahan dan misi perubahan dan perbaikan bangsa ini kedepan. Oleh karena itu sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus mampu sebagai pencerah dan pemandu arah terhadap paham keagamaan, sehingga Islam harus tampil sebagai langgamnya yang Rahmatan Lil ‘Alamiin yang melindungi dan mengayomi semua anak bangsa. Lebih lanjut Menteri Agama Menyampaikan bahwa NKRI harga mati, maka siapapun yang mencoba untuk mengganggu maka mahasiswa PTKI berada di garda terdepan dalam membelanya. (Humas IAIN Bukittinggi)