Penguatan Peran Mahasiswa, UIN Bukittinggi Fasilitasi Studium Generale Moderasi Beragama

Photo : Humas UIN Bukittinggi

Bukittinggi. Kamis, 8 September 2022. Sebagai Institusi Pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, istilah Moderasi Beragama menjadi Program yang selalu digaungkan di tengah fenomena sosial yang banyak terjadi saat sekarang ini. Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara proaktif ikut menggalakkan Program tersebut dengan memfasilitasi adanya Kuliah Umum lewat kegiatan Studium Generale yang bertajuk Moderasi Beragama. Kegiatan tersebut digelar di Aula Student Centre Kampus 2 UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) merupakan Fakultas pertama yang dijadwalkan mengikuti kegiatan ini. Dekan FUAD Dr. Nunu Burhanuddin, Lc., M.Ag secara resmi membuka kegiatan Studium Generale di hadapan ratusan mahasiswa FUAD yang hadir. Menggandeng Kepolisian Daerah (Kapolda) Prov. Sumatera Barat, AKBP Ichwan, S.H didapuk sebagai Narasumber menjelaskan tentang Program Moderasi Beragama, Deradikalisasi, dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Beliau menuturkan, “Mahasiswa sebagai calon intelektual muda bisa menjadi cikal bakal penggerak yang akan mengatasi dan melakukan tindakan preventif terkait radikalisme yang terjadi. Pentingnya ilmu pengetahuan dibarengi dengan ilmu agama yang baik agar bisa menyeimbangkan segala paham ke arah moderat,” tuturnya.

Istilah moderat, yang berarti di tengah-tengah, adalah cara pandang yang memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem. Baik ekstrem kanan (pemahaman agama yang sangat kaku) maupun ekstrem kiri (pemahaman agama yang sangat liberal).

AKBP Ichwan, S.H mengamini bahwa mahasiswa memiliki peran yang sangat besar terkait pemahaman dan pengimplementasian Paham Moderasi Beragama. Mahasiswa dinilai sebagai generasi pemberani yang mampu menyuarakan aspirasi, harus dibekali dengan pemahaman yang solid tentang program tersebut. “Moderasi Beragama bisa mencegah seseorang memiliki paham radikalisme yang dapat menjadi cikal bakal kekacauan dan berimbas kepada hilangnya keamanan ketertiban dalam masyarakat,” ungkapnya.

Tanya jawab berlangsung alot antara mahasiswa dan Narasumber menandakan tingginya antusiasme peserta Studium Generale untuk menggali pemahaman lebih dalam dan nantinya bisa diterapkan di kehidupan Sosial, Budaya, Agama dan Masyarakat. Studium Generale Moderasi Beragama ini difasilitasi kampus untuk seluruh Mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan dijadwalkan per fakultas. Semoga dengan adanya Program Kuliah Umum ini, mahasiswa bisa mendapatkan wawasan Moderasi dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. (*Humas UIN Bukittinggi)