WISUDA XVI, IAIN BUKITTINGGI HASILKAN HAMPIR SERIBU SARJANA

Photo: Humas IAIN Bukittinggi

Photo: Humas IAIN Bukittinggi

Bukittinggi. Kamis, 26 Agustus 2021. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi menghasilkan sebanyak 996 orang sarjana pada Wisuda ke-16 Tahun Akademik 2020/2021  hari Kamis, tanggal 26 Agustus 2021. Bertempat di Gedung Student Center IAIN Bukittinggi, pagelaran wisuda tersebut dilaksanakan secara online dan offline. Jumlah 996 orang wisudawan tersebut terdiri dari wisudawan program D3, s1 dan Program Magister, dengan rincian D3 sebanyak 22 wisudawan,  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebanyak 488 wisudawan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 320 wisudawan, Fakultas Syariah Sebanyak 105 wisudawan, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Sebanyak 70 Oarang dan Prodgram Pascasarjana sebanyak 13 orang lulusan.

Kegiatan Wisuda secara offline dihadiri oleh senat, Rektor beserta jajaran dan wisudawan terbaik beserta keluarga. Para Hadirin yang datang diwajibkan melaksanakan standar proteksi kesehatan Covid-19 dan melakukan tes swab antigen dengan hasil negatif. Adapun wisudawan terbaik pada wisuda ke-16 IAIN Bukittinggi tahun Akademik 2020/2021 berjumlah 18 orang yang terdiri dari  lulusan  terbaik per level pendidikan di Fakultas masing-masing dan lulusan dengan nilai tugas akhir, skripsi dan tesis tertinggi .

Rektor IAIN Bukittinggi, Dr. Ridha Ahida, M.Hum dalam sambutannya mengatakan ucapan selamat kepada para wisudawan-wisudawati. Dengan kelulusan ini, berarti pihak kampus mengembalikan kembali sepenuhnya tanggung jawab akan mahasiswa kepada orang tua masing masing. Para wisudawan diharapkan siap untuk bersaing di dunia kerja dan mengharumkan nama sebagai lulusan dari IAIN Bukittinggi. Sebagai bentuk suport awal, para wisudawan dianjurkan untu mendapat vaksin covid. Hal ini bertepatan dengan rencana  IAIN Bukittinggi dalam rangka pemberian vaksin Covid-19 gratis kepada mahasiswa untuk empat ribu kuota pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2021 nanti. Tak hanya itu, dalam kesempatan ini Rektor IAIN Bukittinggi juga mengatakan IAIN Bukittinggi tengah berproses menjadi UIN yang direncanakan  menggunakan nama tokoh  Syekh Muhammad Jamil Jambek. (Humas IAIN Bukittinggi)